25 December 2011

mIsteRi hIlangNya kaPal waRatah,..

Misteri tenggelamnya kapal mewah Waratah yang tertutup selama 95 tahun akan segera terungkap. Kapal yang kemungkinan karam di perairan Afrika Selatan, kini sedang diselidiki.

Pada 1912, ketika kapal pesiar Titanic yang paling mewah di dunia menabrak gunung es, mempertunjukkan sebuah kisah nyata yang mengharukan di tengah lautan Atlantik. Akan tetapi, yang belum diketahui banyak orang adalah, bahwa sebelum peristiwa tenggelamnya Titanic, pada 1909 sebuah kapal pesiar raksasa yang sama mewahnya dengan Titanic yakni Waratah berpenumpang 210 orang dan memuat barang seberat 6.500 ton, secara misterius hilang di tengah lautan luas. Menurut laporan media massa Australia, kini sebuah tim penyelidik sudah menuju lokasi tenggelamnya kapal tersebut, dan jawaban teka-teki atas rahasia yang tertutup selama 95 tahun ini mungkin akan segera terungkap.

Kapal pesiar mewah yang hilang secara misterius ini adalah kapal pesiar Waratah yang terkenal itu, yang merupakan kapal milik “Blue Anchor Ocean Transport Corporation” Australia. Kapal itu diberi nama Waratah, bunga lambang Kota New South Wales, Australia. Kapal itu panjangnya 140 meter, dibuat oleh perusahaan pembuatan kapal Barclay, Scotlandia pada 1908. Dan sama dengan kapal Titanic yang dibuat belakangan, kapal pesiar Waratah merupakan kapal yang paling besar dan mewah waktu itu, dan disebut sebagai kapal yang “antitenggelam sepanjang masa”. Perlengkapannya sangat mewah, di bagian kabin, lebih megah daripada kapal Titanic, dan setara dengan hotel Ritz di Swiss saat ini yang tergolong supermegah.

Kapal itu menggunakan tenaga uap yang dihasilkan oleh batubara sebagai tenaga penggerak, mempunyai 8 ruang kedap air, teknik pembuatan dan teknologinya dapat dinilai nomor satu di dunia. Pelayaran perdananya sangat lancar, dan dengan cepat menimbulkan kegemparan di dunia, sejumlah besar orang ternama dan kaum ningrat semuanya merasa bangga mengadakan perjalanan dengan menumpangi sebuah kapal pesiar yang demikian besar ini.

Hilang secara Misterius
Juli 1909, kapal Waratah mulai berlayar dari Inggris, terisi 211 penumpang dan 6.500 ton barang muatan, menuju Australia. Sepanjang perjalanan, di dalam kabin kapal megah itu lampu penerangan menyala sepanjang hari, dan berbagai macam resepsi maupun pesta malam berlangsung terus-menerus. Ketika dalam perjalanan melewati Afrika Selatan, kapal pesiar itu merapat di dermaga timur Afsel, dengan maksud untuk istirahat dan memuat perlengkapan, kemudian berlayar lagi menuju tujuan berikutnya yakni Cape Town.

Setelah para penumpang bersuka ria dengan sepuasnya di Afsel, pada 27 Juli, kapal Waratah mulai berlayar lagi dari Durban. Namun yang mengherankan adalah, saat itu tiba-tiba terjadi angin badai yang jarang terjadi di atas permukaan laut, anehnya sejumlah besar kapal kecil yang melaut tidak terjadi apa-apa, maka semua orang merasa bahwa badai itu sama sekali tidak akan mengakibatkan ancaman apa pun bagi kapal pesiar yang demikian besar ini.

Ternyata dugaan mereka keliru. Kapal Waratah tidak sampai di Cape Town sesuai dengan waktu yang direncanakan, dan di atas permukaan laut juga tidak ada jejak kapal itu! Kapal Waratah dinyatakan hilang secara misterius! Angkatan Laut Kerajaan Australia segera mengerahkan armada pencarian, namun tidak mendapatkan hasil apa pun. Selain seorang penumpang yang bernasib mujur yang telah turun di Durban, Afsel, kapal pesiar yang paling mewah di dunia yang membawa banyak penumpang dan muatan barang berharga saat itu, sepertinya telah berlayar menuju ke sebuah dunia lain.

Alamat Buruk
Menurut kabar, sebelum kapal Waratah hilang secara misterius, waktu itu telah muncul beberapa “pertanda tidak baik” akan terjadinya bencana. Sebelum bertolak dari Inggris, kapten kapal yang kaya pengalaman yakni Joshua Ibally mengadakan pemeriksaan total terhadap kondisi kapal, dan ditemukan ternyata barang-barang muatan dalam kapal terlalu banyak, sehingga geladak kapal tertekan ke bawah, namun keluhannya tidak mendapat perhatian.

Selain itu adalah penumpang yang bersikeras hendak turun di Durban yakni Claude Soya. Saat setelah kapal pesiar hilang, dengan hati yang masih diliputi ketakutan, Claude Soya mengenang kembali kejadian saat itu dan mengatakan, bahwa dirinya pernah mengalami sebuah mimpi buruk, di dalam mimpinya itu, kapal Waratah dijungkirbalikkan oleh sebuah gelombang dahsyat, lambung kapal mengarah ke langit, setelah itu hilang. Ia sering kali mengadakan perjalanan ke luar negeri, ia sadar bahwa muatan kapal yang beratnya melampaui kapasitas bisa mengakibatkan risiko keselamatan yang sangat riskan, karenanya ia bertekad turun di Durban, berencana naik kapal yang lain untuk pulang. Ia mengirimkan sebuah telegram untuk istrinya di Durban, “Kapal Waratah overload (melampaui beban), saya turun di Durban.”

Akhirnya, mimpi buruknya benar-benar menjadi kenyataan yang mengerikan, dan Claude Soya menjadi satu-satunya orang yang bernasib mujur dari akhir perjalanan kapal pesiar Waratah.

Sebab-sebab yang Membingungkan
Hilangnya kapal pesiar mewah Waratah menimbulkan kegaduhan luar biasa di dunia, sama gaduhnya seperti tenggelamnya kapal Titanic, biar bagaimanapun juga orang-orang tidak percaya bahwa kapal pesiar mewah itu bisa hilang begitu saja di tengah lautan luas. Pada tahun ke-2 setelah insiden tersebut, para kerabat penumpang yang mengalami bencana itu memprakarsai suatu gerakan pencarian selama 3 bulan lamanya, namun kembali dengan hampa.

Kapal Waratah tidak dilengkapi dengan komunikasi radio dan instalasi telegram, karenanya setelah bertolak dari Durban, ia tidak mempunyai hubungan komunikasi lagi dengan daratan, juga tidak mengirimkan sinyal pertolongan apa pun. Ahli pencari dan penyelamat bencana laut berpendapat, bahwa kapal uap itu telah tenggelam di lautan luas. Namun, sebab-sebab insiden tersebut malah simpang siur dan membingungkan. Sejumlah ahli menganggap, bahwa desain atau rancangan kapal bermasalah, bagian geladak kapal terlampau berat, sehingga mengakibatkan insiden tenggelamnya kapal. Selain itu, sejumlah ahli lainnya menganggap, bahwa kapal itu ditarik ke dalam sebuah pusaran yang misterius di tengah samudera, dan itu adalah suatu yang tidak bisa dilawan oleh kekuatan manusia.

Tak Ada Bayangan
Setelah kapal Waratah hilang secara misterius, orang-orang tetap tidak bisa menentukan posisi kapal. Tahun 1929, seorang prajurit yang ikut latihan mengatakan, bahwa melalui teropong ia menemukan sisa-sisa peninggalan kapal Waratah, namun tidak ada yang percaya dengan temuannya. Tahun 1962, pada suatu hari yang cerah, angin reda dan laut tenang, begitu jernihnya air laut sehingga samar-samar bisa terlihat dasar laut. Seorang pilot tiba-tiba melihat sosok kapal yang tenggelam ketika terbang di atas langit kawasan perairan Afsel. Juru terbang yang berada di atas pesawat pada waktu itu dan kini berusia 80 tahun lebih, ia mengenangkan kembali dan mengatakan, “Lambung kapal sangat besar, tidak tampak cerobong asap atau tiang kapal, namun tingkapan sisi kapal, dan pintu kabin dapat dilihat secara jelas.”

Selanjutnya pada 1999, ahli ilmu bumi Afrika Selatan yaitu Peter Lamuzy mengira bahwa ia telah menemukan sisa-sisa peninggalan kapal Waratah, namun 2 tahun kemudian baru diketahui bahwa itu adalah sisa peninggalan sebuah kapal selam jenis U milik Jerman yang karam pada saat Perang Dunia ke-2. Posisi tenggelamnya kapal pesiar mewah yang misterius itu menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Segera Terungkap
Di bawah bantuan dana dari Crayfe Casler penulis buku tentang pencarian dan pengangkatan kapal Titanic, sebuah tim penyelidik, menggunakan sebuah kapal nelayan yang telah dirombak dan membawa sonar (navigasi dan pengukuran dengan bunyi) yang saat ini paling canggih di dunia ke kedalaman laut, mulai berangkat menuju pesisir pantai Afrika Selatan, untuk mencari sisa-sisa peninggalan setelah tenggelamnya kapal Waratah tersebut. Kepala tim penyelidik yakni Iomulun Brand mengatakan, “Ini adalah sebuah pekerjaan yang sangat sulit, tetapi saya tetap merasa optimis.”

Mereka membawa pilot yang pernah melihat lokasi tenggelamnya kapal itu, dan posisi tenggelamnya kapal tersebut telah dikunci dalam teritorial laut sepanjang 80 km persegi. Jika posisi tenggelamnya kapal telah ditentukan, mereka akan mengirim seorang penyelam atau sebuah kapal selam untuk menyelidikinya lebih dulu. Jika mereka berhasil, maka rahasia yang tertutup debu selama 95 tahun ini akhirnya akan terungkap.


wallahua'lam,..

28 October 2011

pencInta buKu :: baCalah bUku beRulang kaLi

Membaca kisah para Nabi dan para salafus soleh yang terdahulu merupakan salah satu daripada pembacaan yang cukup bermanfaat, kerana dengannya kita dapat mengambil teladan dalam menjalani kehidupan seharian. Meskipun mereka telah lama meninggalkan kita.

Ketika membaca sebahagian kisah ulama Islam di dalam buku-buku yang saya telaah daripada muka surat ke muka surat, antara perkara yang cukup menarik hati saya dan membuatkan saya takjub adalah apabila membaca tentang ulama yang mempunyai hafalan yang cukup menakjubkan; di mana di antara para ulama Islam ada yang membaca sebuah buku dengan sekali bacaan sahaja mampu menguasai dan menghafal apa yang terkandung di dalam buku berkenaan.

Suka untuk saya mendatangkan satu contoh di sini,  sebagaimana yang dinukil dalam sebuah buku yang bertajuk Keajaiban Hafalan Bimbingan Bagi Mereka Yang Ingin Menghafal Al-Qur'an yang diterjemahkan daripada sebuah kitab arab karya Abdul Qoyyum bin Muhammad bin Nashir As-Sahaibani dan Muhammad Taqiyul Islam Qaariy, bahawa telah berkata Jamaluddin As-Sarmadi: "Di antara keajaiban pada masa ini dalam masalah hafalan adalah Ibnu Taimiyyah. Dahulu, dia menelaah satu kitab sekali sahaja, maka telah terpateri di dalam benaknya." Sememangnya kemampuan yang dimiliki oleh Ibnu Taimiyyah itu adalah satu perkara yang menakjubkan bagi saya.

Sebagai seorang yang minat membaca, saya selalu berharap saya mampu menguasai apa yang terkandung dalam buku dengan hanya sekali bacaan sahaja, sebagaimana sebahagian ulama pada zaman dahulu. Saya percaya, di luar sana tidak sedikit daripada kalangan pencinta buku yang mempunyai keinginan yang sama seperti saya.

Namun, hakikatnya diri saya hanyalah insan biasa, bukanlah genius dan sedemikian hebat; mampu menguasai isi yang hendak disampaikan dalam sebuah buku dengan sekali bacaan semata-mata. Terkadang selepas membaca sebuah buku, saya seakan-akan tidak begitu ingat apa yang telah saya baca, bak kata orang 'masih kabur'. Mungkin anda pun memiliki masalah yang sama.

Namun itu bukanlah penghalang untuk saya untuk terus membaca dan membuat saya putus asa sehingga berhenti membaca.

Adalah menjadi kebiasaan saya sebelum ini, apabila telah selesai membaca buku dengan sekali bacaan, maka saya tidak akan mengulangi untuk membaca buku berkenaan daripada muka surat pertama sehinggalah ke muka surat yang terakhir, kerana saya beranggapan perkara itu adalah perbuatan membuang masa. Itulah sikap saya sebelum ini. Satu "mind set" sebenarnya perlu dinilai semula
.
Baru-baru ini saya membaca sebuah buku bertajuk Kelebihan dan Keutamaan Menuntut Ilmu, yang asalnya sebuah kitab arab bertajuk Kaifa Tatahammas Li Thalabil 'Ilmisy Syar'ie karya Abul Qa'qa Muhammad bin Shalih, kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Di dalam buku berkenaan dimuatkan 102 metode bagaimana untuk memotivasikan seseorang dalam menuntut ilmu syar'ie yang dicedok daripada kehidupan para ulama Islam.

Antara perkara yang saya dapat jadikan iktibar daripada buku berkenaan, kejayaan tidak akan datang bergolek dan manusia tidak akan memperolehi ilmu dengan bersenang-senangan. Apatah lagi bermalas-malasan.

Sebagai mana kata-kata seorang ulama, ilmu itu tidak akan diperolehi dengan tubuh yang bersenang-senangan dan bermalasan-malasan.

Sekiranya ingin menguasai apa yang terkandung dalam sebuah buku, maka kita tidak boleh bosan untuk membaca sebuah buku berulang kali. Usaha membaca berulang kali perlu dilakukan, barulah apa yang kita baca dapat kita kuasai dan fahami dengan sebaiknya. Inilah yang dilakukan oleh para ulama terdahulu.
Saya percaya, di luar sana ada ramai sudah maklum dan faham perkara ini dan tidak perlu untuk saya beritakan. Namun, bukanlah tujuan utama saya untuk memberitakan yang sedemikian, tetapi yang pertama sekali, saya tujukan penulisan ini buat diri saya sendiri. Semoga saya tidak mudah melupakannya.
Insya-Allah, seterusnya saya akan sebutkan sedikit contoh mengenai sikap para ulama dalam usaha membaca sebuah kitab berulang-ulang kali.

Abul Qa'qa Muhammad bin Shalih menyatakan dalam bukunya Kaifa Tatahammas Li Thalabil 'Ilmisy Syar'ie: Imam an-Nawawi ketika menulis biografi Imam Abdul Ghafir bin Muhammad Al-Farisi, telah berkata: "Al-Hafiz al-Hasan as-Samarqandi membaca Sahih Muslim lebih daripada 30 kali. Dan Abu Sa'id Al-Buhairi membaca Sahih Muslim di hadapannya lebih daripada 20 kali."

Disebutkan lagi dalam buku berkenaan, seorang ulama yang bernama Abu Bakar al-Abhari, telah membaca kitab Mukhtasar Ibnu Abi Hakam sebanyak 500 kali, As-Asadiyah sebanyak 75 kali, Mukhtasar al-Barqi sebanyak 70 kali, Al-Mabsuth sebanyak 70 kali dan Al-Muwaththa karya Imam Malik sebanyak 45 kali.
Dr. 'Aid Abdullah al-Qarni menyatakan dalam kitabnya Miftahun Najah  yang telah diterjemahkan dengan tajuk Kunci Kejayaan Minda, seorang alim daripada Andalusia telah mengkhatamkan bacaan Sahih Bukhari sebanyak 700 kali dan anak murid Imam Asy-Syafi'e, iaitu Al-Muzani telah mengkhatamkan bacaan kitab Ar-Risalah karya gurunya itu sebanyak 500 kali!
Sekian sahaja penulisan yang serba ringkas ini, semoga ia akan memberikan manfaat terutamanya kepada diri saya sendiri, seterusnya kepada anda yang membaca penulisan ringkas ini.
Akhir sekali saya tinggalkan anda dengan kata-kata seorang bloggers wanita daripada jomsewabuku.blogspot.com dengan katanya: "Saya ingin anda membaca dan terus mengulangi dan mengulanginya sehinngalah buku itu lusuh!"

Wallahu'alam.

29 August 2011

saLam aIdiLfitRi ,.

SeLaMaT HaRi RaYa AiDiLfitRi ♥

`⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°•✫
..✫¸.•°*”˜˜”*°•.✫ ✿¸.•❤••❤•بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ •❤••❤•.¸✿
* _Π_____* ˚ ˚✰˚ ˛★* 。 ღ˛° 。* °♥ ˚ • ★ *˚ .ღ
....../______/~\ ˚ MaaF ZahiR & BatiN...✰* ★
| 田田 |門| ˚. ★ ˛ ˚ ✰。˚ ˚ღ。* ˛˚ 。✰˚* ˚ ★ღ ˚ 。✰ •* ˚♥

haloo blOgges!! asSalamMualaikum,...disini sy nk mntak ampun n maaf andai t'kasaq bahasa,t'clap bicara,and t'mcm2 lg laa.. mintak maaf sgt2 ! dr ujung rmbut smpai ujung jari ! ! SelamatHariRayaMaafZahir&Batin.= )
#lOts Of sinCeRe :: Akashi Nabila

27 July 2011

aRy suKan sKola '11 = rUmah kuNinG =

  
  16 JulaI 2011    ,.....

pg2 lgi kmi dh kna berarak pusing setengah stadium ( kt bm ),..

pengetua tgh brucap,.then perasmian
rmah kning
aq nk gak cba mskot,..hee ~ ~

sePanduk "KONTINJEN KUNING"


12 June 2011

SaInS IslAm dAn SaInS bARat

Islam tidak pernah mengetepikan sains. Sains mengikut Encarta Encyclopedia ialah,"Systematized knowledge in any field, but applied usually to the organization of objectively verifiable sense experience." Ia bermaksud, "Sains dalam skop yang luas bermaksud ilmu-ilmu yang diperoleh secara sistematik berdasarkan pengalaman deria yang dapat dibuktikan secara objektif."
Secara umumnya, sains boleh didefinisikan sebagai ilmu yang dihasilkan melalui cerapan (iaitu analisis dengan menggunakan panca indera) serta fahaman yang lahir daripadanya. Ia juga boleh diertikan sebagai huraian secara sistematik tentang fenomena tabii atau alam semula jadi. Huraian secara sistematik melibatkan penggunaan intelek di samping kaedah yang dapat diukur (quantitative). Jika diamati definisi-definisi ini, ia memang telah ditekankan oleh Islam berdasarkan dalil-dalil dan nas yang telah disebutkan sebelum ini.
Ilmu sains melahirkan teknologi. Teknologi (mengikut Merriam-Webster Dictionary, The American Heritage Dictionary of the English Language: Fourth Edition dan WordNet Dictionary), boleh didefinisikan sebagai, "Pengaplikasian atau penggunaan ilmu terutamanya ilmu sains secara praktikal dan digunakan terutamanya dalam bidang perdagangan dan industri untuk kemanfaatan manusia." Justeru, ilmu sains merupakan alat penting untuk membina teknologi namun ilmu sains bukanlah teknologi. Sebagai contoh, sains membicarakan tentang teori atom dan daripada itu lahirlah teknologi yang menghasilkan kuasa atom.
Keterbatasan Sains
Islam memberi kebebasan kepada para saintis untuk mengkaji, namun ia menyedari keterbatasan intelek yang dimiliki manusia. Justeru, sains Islam menjadikan wahyu sebagai sumber rujukan yang tertinggi. Dalam erti kata yang lain, dalam Islam, wahyu mengatasi akal kerana wahyu datang daripada kuasa tanpa batas sedangkan akal terbatas. Sains tidak boleh mengatasi wahyu. Apa-apa konklusi yang bercanggah dengan dasar-dasar wahyu dianggap sebagai konklusi sains yang salah dan apa-apa yang selari dengannya bolehlah diterima. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surah al-Jathiyah ayat 20,
"Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini."
Justeru, sains dalam Islam ialah sains yang berkonsepkan tauhid. Sains dalam Islam tunduk kepada prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah melalui rasulnya. Sains dalam Islam tunduk kepada al-Quran.
Di barat konsep yang merujukkan sains kepada Tuhan, wahyu dan kuasa ghaib dikenali sebagai creationism. Kadang kala ia dikenali juga sebagai intelligent design. Konsep-konsep ini ditolak oleh ramai saintis di barat. Sebagai contoh, para saintis daripada Akademi Sains Kebangsaan di Amerika (The U.S. National Academy of Sciences) menegaskan bahawa "sebarang kenyataan yang menetapkan bahawa asal usul kehidupan ini ada perkaitan dengan kuasa ghaib (supernatural intervention) tidak boleh diiktiraf sebagai sains." Hal ini dinyatakan dalam Science and Creationism: A View from the National Academy of Sciences, Second Edition, terbitan National Academy of Sciences tahun 1999.
Dalam kes Kitzmiller lawan Dover Area School District pada tahun 2005 (Case No. 04cv2688. December 20, 2005), sebuah mahkamah persekutuan di Amerika memutuskan mana-mana sekolah yang mengajar sains dan mengaitkan kejadian kehidupan dengan kuasa ghaib dan mengetepikan teori evolusi, ia dianggap telah melanggar perlembagaan Amerika.
Matlamat dan Metodologi Sains
Dalam Islam, sains mempunyai matlamatnya. Matlamat jangka pendek ialah mengenali hakikat kejadian alam serta manusia dan memanfaatkan ilmu itu untuk kebaikan semua. Sebagai contoh, melalui sains kita mengetahui bahawa seks kromosom lelaki menentukan kejantinaan seseorang bayi, kejadian bayi bermula dengan persenyawaan antara sperma lelaki dan ovum wanita, kejadian bumi berlaku selepas kejadian bintang-bintang di langit dan yang seumpamanya. Namun akhirnya yang menjadi keutamaan ialah matlamat jangka panjang iaitu mengagungkan dan membesarkan Allah. Hal ini terserlah dalam surah al-Mukminun ayat 14 yang bermaksud,
"Kemudian Kami menjadikan benih nuthfah itu alaqah. Kemudian daripada alaqah Kami jadikan mudghah. Kemudian daripada mudghah Kami jadikan tulang dan Kami tutup tulang itu dengan daging. Kemudian Kami jadikannya makhluk berbentuk lain. Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta."
Perhatikanlah ayat ini dengan baik. Selepas Allah menceritakan fasa-fasa kejadian bayi (dan hal ini dapat disahkan oleh sains), Allah mengakhiri ayat itu dengan ungkapan, "Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta." Inilah matlamat asasi sains, iaitu untuk mengagungkan Allah.
Untuk mencapai matlamat ini metodologi yang digunakan perlulah betul. Sains berkonsepkan tauhid melahirkan metodologi atau pendekatan yang mengambil kira syariat. Kepatuhan kepada syariat tidak menghalang kreativiti dan inovasi kerana kebebasan untuk mengkaji telah pun diberikan Islam berdasarkan sabda nabi yang bermaksud, "Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu." Yang dituntut ialah kepatuhan kepada prinsip-prinsip syariat yang akan mencantikkan sains. Sebagai contoh syariat mengutamakan nyawa manusia. Justeru kajian sains dan teknologi yang terhasil daripadanya tidak boleh digunakan untuk memusnahkan nyawa. Syariat juga melarang kemudaratan dilakukan berdasarkan sabda nabi yang bermaksud,
"Tidak boleh melakukan kemudaratan dan tidak boleh membalas dengan kemudaratan."Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Malik, Al-Hakim, Baihaqi dan Ibn Majah.
Islam juga menekankan tentang akhlak. Antara akhlak yang wajib dihayati ialah sikap bertanggungjawab ataupun amanah. Amanah ini melibatkan individu, alam sekitar dan masyarakat secara amnya. Lihatlah apa yang berlaku pada hari ini apabila sains dan teknologi terbabas daripada nilai-nilai amanah dan agama. Sebagai contoh, bidang bioteknologi telah melahirkan satu konsep baru yang dikenali sebagai kejuruteraan genetik (genetic engineering). Teknologi ini mampu memindahkan bahan genetik yang bernama DNA dari satu spesies ke spesies yang lain. Walau bagaimanapun untuk berjaya, proses ini memerlukan bantuan virus tertentu agar DNA daripada spesies yang berbeza dapat mengenali antara satu sama lain. Penggunaan kuman-kuman virus ini akhirnya menyebabkan kelahiran pelbagai kuman serta penyakit baru yang mampu membunuh manusia. Mengikut Dr Mae-Wan Ho, pengarah Bioelectrodynamics Laboratory di Open University, United Kingdom, kejuruteraan genetik telah menyebabkan wabak kolera menyerang India pada tahun 1992, wabak kuman streptococcus di Tayside pada tahun 1993 dan wabak kuman E. Coli 157 di Scotland.
Justeru, kepatuhan kepada syariat adalah penting agar sains tidak terbabas daripada landasan kebenaran dan kesejahteraan.
* Dr.Danial Zainal Abidin merupakan seorang pengurus dan pengamal perubatan di klinik Syifa' Gelugor, Pulau Pinang. Beliau juga adalah pengarah urusan kepada Syarikat Danial Zainal Consultancy. Di samping itu beliau juga merupakan seorang pakar motivasi undangan di radio,penceramah dan penulis buku yang berkaitan Islam dan Sains.
Sumber artikel : www.danialzainalabidin.com

mEnGapa SelaLu fIkIR teNtAnG CInta Dn hAtY,.??

Hati dan perasaan cinta merupakan satu fitrah insaniah tidak kira sesiapapun. Manusia perlukan cinta dan memerlukan kasih sayang. Perasaan untuk mencintai kepada lawan jantina memang tidak dinafikan, ia merupakan sesuatu yang perlu bagi setiap manusia.
Tapi, mengapa kita terlalu sibuk memikirkannya?
Adakala setiap masa dan waktu kita fikirkannya,
Sampai satu tahap, jika sentiasa memikirkan hal ini, kita pasti akan terjebak dalam "couple". Bukankah couple itu sebuah jalan yang penuh dengan liku-liku yang salah?
Jika anda masih belum mampu, jangan sekali bermain dengan perasaan. Ia tidak akan membawa kemana-mana. Perjalanan masih terbentang jauh.
Jodoh?
 Masih tidak yakin dengan janji Allah.?
Di dalam kuliah, seorang ustaz menerangkan bahawa qada'  bermaksud perkara yang akan berlaku dan qadar perkara yang telah ditetapkan sejak azali . qada' terbahagi kepada dua iaitu qada' muallaf iaitu yang akan berubah manakala qada' mubra adalah perkara yang telah ditetapkan sejak azali yang merangkumi jodoh, ajal, rezeki dan beberapa perkara lagi.
Bukankah Jodoh itu telah ditetapkan oleh-Nya?
Lihatlah.
Anda punyai misi untuk islam. Mengapa mudah goyah kepada perasaan dan cinta. Ramai yang mengatakan "aku mahu berkahwin, bernikah" tetapi dimanakah persediaan kita? untuk menjadi isteri kepada seorang suami atau suami kepada seorang isteri?
Ia bukanlah sebuah perkara yang mudah. Adakah ia hanya sebuah keseronokan? Untuk merealisasikan mimpi indah? Tidak. Ia satu tanggungjawab yang akan ditanya oleh Allah SWT suatu ketika nanti. Adakah kita telah melaksanakan tugas sebagai khalifah dengan sebaik-baiknya

Mari Menjadi Hamba kepada pencipta
 Menjadi sebaik-baik hamba memerlukan pengorbanan bukan hanya pada kata-kata. Jika kita imbas kembali bagaimana sahabat-sahabat rasulullah yang sentiasa memperbaharui dan meningkatkan Iman mereka. Keyakinan mereka adalah di tahap yang tinggi. Mereka melihat syurga di hadapan mereka. Amal yang mereka lakukan adalah semaksimum yang mungkin.
Bukan seperti kita? Mengimpikan syurga tetapi kita hanya bermimpi tanpa mempertingkatkan amal. Sedarlah! Hidup ini satu perjuangan. Jadi, berusahalah Untuk Menyihatkan IMAN!


Jangan terlalu fikirkan cinta
Cinta dan perasaan satu keperluan. Tetapi kita mesti pandai menguruskannya. Bercintalah tetapi melalui jalan-jalan yang Islam telah tunjukkan. Buat persediaan, dan lakukan ta'aruf  dan seterusnya. Islam itu dipenuhi cinta dan kasih sayang, tapi banyak cinta dan kasih sayang yang menyimpang dari islam kerana kita tidak menghayati Islam sepenuhnya.
Jom sama-sama kita mencari cinta dan RedhaNya.
Lihatlah cinta yang sebenar ini!
Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya ALLAH TA'ALA berfirman pada Hari Kiamat kelak; mana orang-orang yang saling mencintai kerana keagungan-KU? Hari ini KU-naungi mereka, di mana tidak ada naungan yang lain selain naungan-KU."

27 May 2011

teNtaNg dIa

Malam ini ku rasakan teramat dingin.
Sejuk dilambai semilir angin cinta yang membuai hati dan perasaanku.
Tentu mereka yang sedang menarik beg dengan kepayahan yang amat di tubuh dan wajah sedang merasainya juga.
Sungguh menatap wajah mereka terakhir kali di tanah subur ini mengulum rindu yang bakal dirasai oleh jiwaku ini.
Inikah dia cinta di atas jalanMu Ya Allah?
Adikku,
Sungguh indah memori kita bersama sepanjang perjalanan kita bersama meniti hari-hari penuh cabaran namun tentu menggembirakan hati kita.
Dan setiap kali aku melihat wajahmu, qaidah sulbah, liqa kiter serta anak binaan mereka, aku melihat kamu semua sudah menjadi wanita, al-ukht yang teramat dewasa dan matang (..dan tentu anggun di pandang mata).
Seperti mana adik-adikmu mengkagumimu, begitu juga aku.
Dan aku bersyukur Allah menemukan kita, dalam detik-detik yang telah disusun atur oleh-Nya. Alhamdulillah ya Rabb.
Entah tulisanku menggambarkan perasaan yang aku ada sekarang..
Namun teringatku pada sebuah ayat yang kita baca bersama di satu pagi :
Muhammad itu adalah rasul Allah. Orang yang bersama dengannya adalah keras dengan orang kafir dan amat berkasih sayang sesama mereka.
Dan aku terfikir, adakah ini nikmatnya berada di atas ruh ini. Ruh yang mengimpikan satu matlamat yang sama, iaitu kita sama-sama nak masuk syurga Allah dan dapat redha Allah itu?
Sebab selepas menyedari muqaddimah zilal, muntalaq, seterusnya tafsir yang menggegar jantung kita dan menaikkan bulu roma kita, kita benar-benar sedar tanggungjawab yang besar yang jatuh di atas bahu kita.
.. dan kita tahu bahawa satu-satunya cara untuk menuju syurga Allah, bukan sekadar solat, puasa, haji dan bayar zakat sahaja!
Bukan itu!
Tetapi yang memasukkan kita ke dalam syurga adalah bila kita jual diri dan harta kita diatas jalan dakwah ini. Bila kita serahkan keseluruhan diri kita kepada Allah. [At-taubah : 111]
Maka kita korbankan semuanya untuk itu. Untuk dapatkan redha Allah itu walaupun terpaksa mengorbankan perasaan kita. Perasaan sayangkan duit dan kerehatan kita.
Dan kerana pengorbanan dan matlamat kita itu sama, kita bersatu, bagaikan satu simpulan tali utuh yang digari, tanpa kita dapat fahami maknanya pun.
Walaupun aku tak tahu tarikh lahirmu, dan kau tak tahu tarikh lahirku,
Walaupun aku tak kenal seluruh keluargamu, begitu juga kamu,
Walaupun aku tak tahu makanan dan warna kegemaranmu.. (begitu juga kamu)
But do they all matter?
Benda itu simple di mata kita kerana tautan hati itu adalah kerana dakwah yang kita pikul ini.
Dan rasa hati inilah yang membahagiakan diriku, memandikan hatiku dengan embunan dingin yang menyapu karat dosaku.
Dan aku rasai kebasahan itu pada cintamu padaku, begitu juga aku padamu.
Sungguh mata ini cuma bersua denganmu mungkin hanya 3 kali sahaja semenjak 3 tahun lepas... (ermmm melampaulah itu kan, ok, adalah 5 kali, but still!!)
Dan sungguh mata ini bertemu dengan wajah yang tidak pernah terbayang di balik hati ini, namun aku tahu kau tetap setia membaca setiap bait kata dalam wadah ini, mencari sesuatu buat hatimu.
Sungguh aku teramat gembira bertemumu sehingga air mataku berguguran di saat kau tidak nampak airnya menyapu wajahku.
Sungguh dalam cintaku kepadamu kerana Allah duhai adikku. Dan sungguh kamu banyak menyentuh jiwaku dengan keikhlasan penuh mulus pada jalan ini hingga aku malu pada diriku sendiri.
Aku melihat air matamu wahai adikku, dan mahu aku menyapunya selama-lamanya dalam hidupmu.
Baru aku fahami jiwamu itu yang mahu merangkul tubuh seorang murabbi yang sentiasa dapat membimbing dirinya. Kau mahu seseorang yang sentiasa menunjukimu jalan ini.
Namun kita sama-sama akui dan redhai yang Allah meletakkan kita sesuai pada keadaan kita walaupun kita sering mengkhayalkan perkara yang berbeza di dalam mimpi kita.
Namun Allah menjadikan dirimu kuat dan tegar di saat dikau tiada siapa yang dapat memimpin tanganmu di jalan ini.
Dan allah menjadikan ukhuwah ini indah dan penghargaan kepada cinta ini amat bermakna kerana hubungan hati yang tidak dimengerti ini. Sungguh rindu kita bertaut pada pertemuan ini dan rindu itu akan terus menjadi lagu kita sepanjang masa sehinggalah di satu saat Allah menakdirkannnya
Sungguh banyak ku belajar dari mu di waktu yang tentu panjang namun pendek ini.
Dan tentu aku berdoa agar kita sama-sama meraih sesuatu yang mengghairahkan dan mampu meangkat kita menjadi lebih baik dari keadaan yang kita lalui dahulu.
Kita sama-sama merasai sesuatu perlu kita laksanakan dalam diri kita. Kita sama-sama merasai anjakan diri ini perlu melalui fasa yang baru. Perlu berubah, perlu transformasi perlu menjadi orang baru!
Kitalah yang menjadi kunci kepada perubahan diri kita sendiri. Tiada yang lain.
Jika kamu bertemu denganku pada beberapa detik yang lalu, mesti kau memahami apa yang mahu kunukilkan. Jika tidak, mungkin suatu hari aku akan bercerita lagi..
Ya muqaalibal qulub tsbabit qalbi ala diinik
Pada dingin malam yang syahdu ini, sungguh aku merasai indahnya cinta di jalan Allah ini. Umpama siraman air terjun yang sedang mendinginkan badan yang kepeluhan, mendamaikan dan menenangkan hati yang sentiasa berada di bawah siramannya.

06 March 2011

eRti hiKmah

Terleka dirinya sebentar apabila menatap gambarnya ketika masih berada di bangku sekolah. Dilihatnya tulisan di belakang gambar kelasnya tersebut.  Kadang kadang Allah sembunyikan matahari,
Dia datangkan petir dan kilat,
Kita menangis dan tertanya-tanya,
Ke mana hilangnya sinar,
Rupa-rupanya,
Allah nak hadiahkan kita pelangi.
* * * * *
"Zinnirah, cepat! Kelas dah nak mula ni," teriak sahabatnya, Sofea, sambil berlari- lari anak untuk mendapatkan Iman yang masih sibuk menyiapkan kerja sekolah di kantin tanpa menyedari waktu rehat sudah pun tamat.
"Hish, macam mana boleh lupa pula kerja sekolah matematik ni! Matilah aku kena leter dengan Cikgu Iman," getus hatinya. Setelah mengemas barang-barangnya, Zinnirah berlari-lari anak mendapatkan sahabatnya, Sofea dan terus menuju ke kelas.
"Bangun semua. Assalamualaikum Cikgu Iman," laung ketua kelas diikuti rakan-rakan seperjuangan.
"Waalaikumussalam. Jangan duduk lagi," permintaan Cikgu Iman membuatkan hati Zinnirah seakan-akan mahu gugur.
"Baiklah, cikgu nak kamu semua keluarkan homework yang cikgu bagi semalam. Cikgu akan round," kali ini Iman merasakan jantungnya sememangnya sudah jatuh dari tempat asalnya. Cikgu Iman sudah sampai ke tempat duduk Zinnirah, dikerlingnya buku Zinnirah yang berada di hujung meja. Tiba- tiba sahaja Cikgu Iman berhenti betul- betul di sisinya.
"Zinnirah!" Cikgu Iman menyebut namanya.
"Ya cikgu," jawab Zinnirah. Kelihatan kawan- kawanya yang berada di dalam kelas mengambil kesempatan untuk melihat drama pendek yang bakal dia tempuhi.
"Sampah dekat kaki tu kutip," terus Cikgu Iman berlalu kemeja yang lain. Seakan tidak percaya kerana dirinya tidak menjadi sasaran. Dilihat buku matematik yang berada di hujung mejanya.
"Patutlah, cikgu tak tengok bahagian belakang, Alhamdulillah," hatinya mengucap kesyukuran yang teramat sangat.
* * * * *
Waktu pembelajaran pada hari itu berjalan seperti biasa. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba oleh para pelajar. Sesi pembelajaran tamat.
"Tak lama lagi percubaan. Kau dah sedia ke Zinnirah?" soal Sofea kepada Zinnirah.
"Haa? Kau janganlah nak tanya aku pasal benda ni. Aku belajar macam mana pun kau tetap atas aku," jelas Zinnirah.
Ada betulnya apa yang dikatakan oleh Zinnirah. Sofea boleh dikatakan seorang yang suka tidur di dalam kelas. Kadang kala kerja sekolahnya disiapkan lambat-lambat tetapi Sofea lebih cemerlang darinya. Selalu juga difikirkan apa silapnya, mungkin banyak, namun dia tidak boleh kalah.
Mungkin Allah mahu menjadikan dirinya seorang yang lebih berusaha, hanya Allah yang tahu. Sebagai seorang hamba, dia hanya mampu meminta yang terbaik.
Perbualan terhenti di situ, Sofea tidak mahu berkata apa-apa kerana takut menyinggung perasaan sahabatnya itu.
* * * * *
Peperiksaan percubaan SPM telah pun berlalu, kini keputusannya sudah diedarkan kepada murid-murid. Kelas 5 Kejuruteraan Awam juga merasa bahangnya.
Kelihatan Zinnirah sedang termenung sambil memikirkan keputusannya yang tidak seberapa. Dikerlingnya kertas peperiksaan percubaan bagi mata pelajaran Bahasa Inggeris sahabatnya, Sofea telah cukup membuatkan hatinya menangis hiba. Dilihatnya pula kertas peperiksaan dirinya sendiri memang jauh beza markahnya
"Kenapalah aku tak boleh jadi macam Sofea? Nak kata aku tak belajar aku belajar. Tapi kenapa susah nak dapat macam dia?" getus hati Zinnirah.
Tiba-tiba dia terfikir untuk melihat semua kertas yang telah diedarkan semua guru mata pelajaran. Zinnirah melihat semua kertas-kertas peperiksaan yang telah diberikan oleh semua guru, dan dia tersenyum kerana buat pertama kalinya subjek Matematik telah lulus walaupun markahnya hanya di atas pagar. Kini Zinnirah telah nekad dalam dirinya, walau apa pun yang bakal terjadi dia akan berusaha dan tidak akan putus untuk berdoa kepada yang Maha Mengetahui.
Kini SPM sedang berjalan seperti biasa. Debarannya tidak begitu kuat, tetapi apabila mahu menyerahkan kertas jawapan pada pengawas yang bertugas barulah dirinya seperti mahu mengambil balik kertas tersebut dan memeriksanya semula. Hanya tawakal dan doa sahaja yang mampu dilakukan selepas menyerahkan kertas jawapan. Terdapat juga rakan seperjuangan yang dulu tidak pernah mahu belajar dan datang ke sekolah hanya untuk melengkapkan rutin harian tetapi mula berubah menjadi ulat buku, ada juga yang seperti tidak mahu berenggang dengan buku tersebut apabila menghampiri ke hari peperiksaan.
* * * * *
"Abah, along takutlah," pendek kenyataan yang diberi Zinnirah kepada bapanya tetapi cukup mengambarkan perasaan berdebarnya untuk mengambil keputusan SPM pada hari itu.
"Apa nak ditakutkan sekarang. Patutnya takut sewaktu nak ambil SPM dulu," kata bapa Zinnirah membuatkan dirinya lebih seperti cacing kepanasan.
Sampai di sekolah, keputusan peperiksaan telah pun diumumkan. Lantas Zinnirah mendapatkan sahabatnya, Sofea. Mereka telah berjanji untuk berjumpa di sekolah kerana Sofea baru sahaja balik dari Program Latihan Khidmat Negara.
"Assalamualaikum, Sofea macam mana keputusan engkau?" terus Zinnirah menyoal keputusan yang sedang dipegang oleh Sofea kerana debarannyasemakin  dirasa.
"Waalakumussalam, Alhamdulillah. Aku berjaya dapat 4A. Kau pergilah cepat ambil keputusan boleh kita lepak lama-lama lepas ni," terang Sofea dalam keadaan gembira.
Zinnirah bergerak untuk mengambil keputusan. Setelah keputusan berada di tangannya, dia merasa amat terkilan atas usaha dirinya selama ini. Kenapa dirinya masih tidak boleh menandingi Sofea.
"Macam mana Zinnirah?" tanya Sofea.
"Bolehla, dapat 1A je," perlahan nada percakapan Zinnirah.
"Tak apalah. Zinnirah, matematik kau B lah!" suara Sofea memecah kesedihan Zinnirah.
"Yalah, Alhamdulillah!" pendek ulasan Zinnirah.
Pulang ke rumah, Zinnirah duduk termenung di beranda sambil memikirkan nasibnya selepas ini. Walaupun dirinya layak untuk menyambung pelajaran tetapi bukan dalam bidang kejuruteraan awam. Kemungkinan besar dia akan menyambung pelajaran dalam bidang perakaunan. Memang jauh dari cita-cita asalnya tetapi apa yang boleh dibuatnya. Hanya itu yang layak bagi dirinya.
* * * * *
Selepas bertahun-tahun berlalu, akhirnya Zinnirah berjaya dalam bidang perakaunan. Kini dirinya telah bergelar pendidik. Dulu dia sering jatuh kini gilirannya pula untuk membantu sesiapa yang rasa kehilangan walhal mereka masih belum temui sinar hikmah yang sebenar. Terlalu besar hikmahnya sehingga kita akan bersyukur dengan apa yang berlaku dahulu. Tiba-tiba lamunan Zinnirah terhenti apabila salah seorang muridnya datang untuk berjumpa denganya.
"Cikgu Zinnirah, ada apa nak jumpa saya?" tanya pelajar tersebut.
Lantas zinnirah menyimpan gambar tersebut dan memandang tepat ke wajah pelajarnya.
"Cikgu nak ucapkan tahniah kepada kamu," terang Zinnirah .
"Tapi saya punya matematik tak berapa ok?" soal pelajar itu kembali.
"Tapi kamu dah berjaya untuk meluluskan diri kamu. Percayalah kata cikgu, teruskan usaha dan jangan sesekali mengeluh. Allah Maha Mengetahui segalanya," tersenyum pelajar tersebut antara faham dan tidak faham.
Setelah selesai pelajar tersebut meninggalkan meja guru yang bernama Nur Zinnirah dengan ucapan terima kasih kerana menyokong dirinya dan keluar dari bilik guru dengan impian untuk berjaya. Dari jauh Zinnirah tersenyum dan berharap anak didiknya akan faham suatu hari nanti.

"Suatu hari kamu akan faham wahai anak didik ku."

05 March 2011

Satu penceraian setiap 15 mnt


Statistik Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) pada tahun 2009 menunjukkan berlaku satu perceraian pada setiap 15 minit di kalangan umat Islam, kata Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Dr Mashitah Ibrahim. Beliau berkata jumlah itu meningkat daripada tahun ke tahun akibat daripada kurangnya penghayatan agama di kalangan suami isteri termasuk mengabaikan solat.

"Jika solat lima waktu sehari semalam tidak dapat dilaksanakan, sudah tentu dapat kita bayangkan mereka juga sukar untuk melaksanakan peranan dan tanggung jawab sebagai suami dan isteri," katanya kepada pemberita selepas merasmikan seminar sempena Maulidur Rasul : Rasulullah Ikon Keluarga Bahagia di sini hari ini.
Seramai 1,200 penjawat awam hadir pada seminar itu dengan anggota panelnya terdiri daripada pakar motivasi Datuk Dr Mohd Fadzilah Kamsah dan pendakwah Datuk Dr Fatma Zahrah Mohd Ramadan. Mashitah berkata Jakim akan memperbanyakkan lagi program-program pemantapan keluarga yang menerapkan kesedaran terhadap peranan suami dan isteri, kemahiran keibubapaan, pendidikan serta pengurusan ekonomi keluarga.
Setakat ini, Jakim telah menganjurkan sebanyak 900 program kekeluargaan dengan kerjasama jabatan agama Islam negeri-negeri dalam usaha untuk memperkasakan institusi rumah tangga, katanya. Dalam perkembangan lain, Mashitah berkata Jakim masih memantau pergerakan saki baki pengikut ajaran Al-Arqam yang didakwa mengadakan perjumpaan dikenali sebagai 'Sidang Parlimen Roh' selepas kematian pengasasnya Ashaari Mohamad atau Abuya pada 13 Mei tahun lepas."Kita masih mengikuti apa yang mereka buat. Jadi minta kepada rakyat supaya berhati-hati dan tidak mengkuti kepada ajaran itu," kata beliau.

Pelajar dan duit

Mahasiswa universiti Zana (bukan nama sebenar) memutuskan untuk menceburi perniagaan jualan langsung setelah menghadiri ceramah tentang 'bagaimana menjana keuntungan beribu Ringgit sebulan'. Zana begitu teruja dengan 'persembahan' pelan pemasaran yang disampaikan oleh penceramah itu yang memberikan gambaran tentang betapa senangnya untuk menjana pendapatan yang besar dengan menjual alat kelengkapan rumah.

"Anda boleh menjadi majikan anda sendiri dan mendapat pulangan lumayan dengan menjual produk serta mendapat komisyen dengan mempelawa ahli baru untuk menyertai perniagaan ini," seorang penceramah memberitahu mereka yang hadir pada sesi ceramah itu.

Tetapi Zana tidak mempunyai sumber kewangan yang mencukupi untuk memulakan perniagaan itu. Keluarganya tidak begitu menggalakkan kerana Zana masih belajar dan enggan memberikan wang modal. Zana memutuskan untuk menggunakan wang Pinjaman Tabung Pelajaran Tinggi Nasional (PTPTN) untuk dibuat modal.
Tetapi malangnya setelah beberapa bulan dalam perniagaan jualan langsung itu dan terpaksa membahagi masa antara pelajaran dan dunia perniagaan, Zana mendapati pendapatan daripada perniagaannya bukanlah sesuatu yang senang untuk
dicapai.
"Saya berjaya menjual hanya beberapa produk. Akhirnya saya mengalami kerugian yang besar. Tetapi apa yang lebih memeningkan ialah saya menghabiskan wang pinjaman PTPTN untuk itu," kata Zana kepada penulis. Zana menyesal tindakannya memasuki dunia perniagaan langsung ketika masih belajar 'tidak menjadi' dan dia terpaksa mencari sumber kewangan yang lain untuk menampung kos pelajarannya.

JUALAN LANGSUNG

"Adalah tidak berapa bijak bagi pelajar universiti menceburi bidang perniagaan kerana mereka sepatutnya fokus terhadap pelajaran. Bukannya senang nak dapat tempat di universiti, jadi mereka sepatutnya menggunakan peluang yang diberi dengan baik dan bukan menyalah guna wang PTPTN", kata aktivis sosial dan pengguna Fatimah Mansur bila ditanya tentang dilema yang dihadapi Zana.
Fatimah berkata penjual langsung mestilah seorang yang mempunyai kesabaran dan tahu bagaimana caranya mendekati pelanggan selain mempunyai masa untuk berbuat demikian. "Itulah sebabnya tidak berapa bijak bagi pelajar menceburi bidang perniagaan kerana ini akan memberi impak terhadap pelajaran kerana penjual langsung perlu memberikan penerangan serta membuat demonstrasi tentang produk yang mereka jual", katanya.Penjual langsung bebas seperti Zana beroperasi bagi pihak diri sendiri atau bagi pihak syarikat, menjual produk dan perkhidmatan melalui jalinan jualan peribadi.

UNTUNG, RUGI

Penjual langsung berpeluang mencapai keuntungan yang lumayan daripada perniagaan mereka tetapi mereka juga mesti bertanggungjawab terhadap risiko yang bersangkut-paut dengan perniagaan seperti ini. Ini bermakna mereka juga boleh menanggung kerugian besar, terang seorang lagi aktivis pengguna dan sosial, Gurmukh Singh.
"Jadi mereka juga boleh buat duit dan pada waktu yang sama boleh menanggung kerugian yang kadang kala agak besar," katanya. Antara barang dalam bidang jualan langsung termasuk produk kosmetik dan penjagaan kulit, penjagaan peribadi dan pencuci, penyedut hampagas, produk makanan serta nutrisi, barang rumah serta pembersihan rumah, barang mainan, buku dan produk pembelajaran selain pakaian, barang kemas serta aksesori fesyen.

KERJA KERAS, MOTIVASI

Kata Gurmukh Singh lagi, bidang jualan langsung memerlukan kesabaran, masa, motivasi dan kesungguhan untuk mencapai kejayaan. "Kalau tiada elemen-elemen ini, kemungkinan besar perniagaan itu akan gagal. Wang tidak akan begitu mudah masuk ke pangkuan anda. Kejayaan tidak berlaku dengan sekelip mata.
"Tetapi ada yang begitu mempercayai yang mereka dapat menguasai perniagaan seperti ini dan wang dengan mudah akan mencurah masuk. Sebenarnya bukan mudah seperti yang mereka sangkakan. Ia mungkin boleh membinasakan (diri)". Kata beliau penjual langsung terpaksa bekerja keras untuk mencapai kejayaan. "Ini bermakna meluangkan masa yang banyak setiap hari bagi mempromosi apa yang mahu dijual, serta sentiasa memberitahu apa yang terkini kepada pelanggan.
Selain dari itu anda hendaklah sentiasa fokus dan mempunyai motivasi", kata Gurmukh Singh. Tegas beliau, halangan yang paling besar dalam perniagaan jualan langsung ialah hilang minat serta motivasi. "Jika hilang minat, kemungkinan besar perniagaan jualan langsung anda tidak akan berjaya," katanya.
Seorang pegawai PTPTN mempunyai nasihat ini kepada pelajar universiti: "Duit PTPTN sebenarnya untuk pelajar menampung yuran universiti dan tidak boleh digunakan untuk tujuan lain. "Jika pelajar didapati menyalah guna wang itu, mereka menghadapi risikopinjaman di tarik balik," katanya.

bertunang mcm booking keta bwu ^_^

Agak janggal juga kalau dalam seratus peserta kursus praperkahwinan ada yang datang secara berseorangan. Hal ini kerana biasanya peserta itu datang berpasangan dengan tunang masing-masing. Malah ada sesetengah tempat yang membiarkan pasangan itu duduk berdekatan dalam dewan kursus.
Inilah realiti hari ini yang sukar diubah dalam pemikiran umat Islam, "ini tunang saya". Bayangkan kalau ke tempat kursus praperkahwinan pun mereka boleh datang secara begitu, apalah halangan untuk mereka berbuat begitu untuk shopping, berdating dan menonton wayang. Apakah dengan bertunang membolehkan mereka berbuat begitu?
Jelas di sini, mereka tidak faham kedudukan tunang dalam Islam, bahkan ibu bapa juga tidak faham hukum Islam secara tepat. Oleh sebab itu, sering kita lihat dan dengar ibu bapa yang berasa risau kalau tunang anaknya tidak datang menjengok anaknya pada hujung minggu. Malah ada ibu bapa yang menyuruh anaknya keluar dengan tunang pada hujung minggu.

Hakikat Bertunang

Bertunang hakikatnya satu perjanjian persetujuan untuk berkahwin. Apabila kedua-dua belah pihak bersetuju maka satu tanda ikatan dimeterai bersama. Sebagai tanda ikatan pihak lelaki dan perempuan akan saling menyarungkan cincin pertunangan dan ada juga yang memberikan hadiah lain.
Pada pandangan anda, apakah dengan persetujuan ini, sudah ada ikatan rasmi? Atau apakah hubungan mereka sudah semakin bebas?
Bagi memudahkan kita memahami stuasi ini, suka saya membandingkan pertunangan dengan "booking kereta" sewaktu kita bersetuju untuk membelinya di bilik pameran kereta tersebut. Biasanya syarikat kereta itu akan meminta RM500 - RM1000 sebagai wang pendahuluan tanda jadi.
Kalau kereta yang dimaksudkan itu sudah ada di dalam bilik pameran, mungkin proses pembeliannya hanya akan selesai dalam tempoh seminggu. Tetapi kalau belum ada, mungkin sebulan atau lebih bergantung kepada tempahan.
Walau bagaimanapun, untuk membolehkah kereta itu dikeluarkan, pembeli perlu membayar 10 peratus daripada harga kereta tersebut dan bakinya akan diselesaikan oleh bank. Kemudian apabila kereta itu sudah didaftarkan oleh Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), barulah pembeli itu boleh membawa balik keretanya ke rumahnya.
Ya, berdasarkan proses di atas, bolehkah si pembeli yang baru memberi RM500 atau RM1000 itu, masuk dalam kereta tersebut dan membawa keluar dari bilik pameran? Setahu saya, tidak dibenarkan. Dia hanya boleh masuk untuk duduk dan memegang stering dan mendengar enjin sahaja, selebihnya tidak boleh. Tetapi kalau kereta terpakai (usecar), jurujual boleh membenarkannya untuk memandu dengan syarat jurujual itu duduk di sebelahnya.
Bayangkan kalau baru booking kereta, begitu kedudukannya, apa pula hukumnya seseorang yang baru bertunang yang hanya sekadar menyarung cincin pertunangan. Jadi, pertunangan dalam Islam sepatutnya mencontohi proses di atas. Sebab itu dalam Islam tempoh pertunangan tidak digalakkan terlalu lama.
Dalam tempoh pertunangan itu terdapat beberapa perkara yang diharuskan. Antaranya ialah:

1. Perhubungan pasangan itu hanya boleh dilakukan di rumah perempuan dengan ditemani oleh mahramnya. Ini bermakna, kalau lelaki membawa kakaknya sebagai teman tidak memadai.
2. Jika lelaki mahu membawa keluar tunangnya, perlulah dibawa bersama ibu atau bapa perempuan itu atau sekurang-kurangnya abang atau kakak perempuan tersebut.
3. Dalam tempoh pertunangan mereka boleh saling mengenali antara satu sama lain untuk mencari keserasian.
4. Dalam keadaan apa sekalipun sentuhan baju tunang adalah dilarang apatah lagi menyentuh kulit termasuk tangan.
5. Tidak digalakkan pasangan tunang itu bermalam dan tidur di rumah pasangan masing-masing walaupun dalam bilik berasingan.

Syariat Dipertahankan

Islam menyediakan peraturan syariat adalah untuk menjaga maruah diri dan keluarga tunang sebelum mereka berdua disatukan. Hakikatnya peraturan ini bukan bertujuan menyusahkan umat Islam. Malah sekatan dalam pertunangan itu boleh menjadikan mereka teruja untuk menunggu tarikh perkahwinan sebenar.
Bayangkan kalau pasangan itu sudah hidup seperti suami isteri dalam tempoh pertunangan, apakah mereka akan teruja dengan tarikh tersebut. Pada mereka, tarikh itu tidak penting lagi kerana kehidupan suami isteri sudah pun bermula. Malah jangan terkejut, ada kes seperti ini, yang lelaki bertindak memutuskan pertunangan atas alasan bakal isterinya tidak dara lagi.
Jelas di sini batasan yang dibuat ini adalah untuk keselamatan masa depan pasangan itu. Apa tidaknya, sebelum akad nikah pasangan itu masih suci, tidak ada dosa sentuhan, tidak ada dosa besar sama ada khalwat atau zina, tidak mencemarkan nama baik keluarga dan Islam. Jadi, pada waktu akad nikah mereka berdua adalah orang yang bersih di sisi Allah dan manusia.
Tetapi tahukah anda, jika sesuatu pasangan yang bertunang itu tidak mampu untuk mempertahankan syariat di atas, kehidupan mereka setelah berkahwin tidak begitu harmoni kecuali mereka benar-banar bertaubat sebelum diakadnikahkan. Allah yang maha pengampun bersedia mengampunkan dosa mereka jika mereka serius memohon keampunan kepada Allah.

Penguatkuasaan Dari Dalam

Demi maruah diri, keluarga, dan Islam, ibu bapa hendaklah mendidik anak-anak sebelum bertunang tentang hukum ini agar mereka tidak melanggar syariat sesuka hati. Saya percaya, anak-anak akan mudah memahami dan menghormati peraturan ini jika ibu bapa dapat menunjukkan contoh yang terbaik dalam urusan ini.
Selain itu pihak penganjur kursus pra-perkahwinan seharusnya mengenakan syarat kepada peserta agar mematuhi kehendak syariat. Mereka boleh dibenarkan membawa pasangan, tetapi mereka perlu diberi penjelasan tentang hukum ini. Dan dalam dewan pula, kedudukan mereka perlu dipisahkan termasuk dalam dewan makan.
Tidak kurang penting juga, pihak Penolong Pendaftar Nikah (PPN) yang setiap hari dikunjungi pasangan tunang untuk memohon perkahwinan, sebaiknya mereka itu dinasihatkan agar mematuhi hukum di atas. Teguran PPN ini penting sebagai ilmu asas sebelum mereka berkahwin. Malah sebaiknya ajarkan mereka supaya bertaubat sebagai persiapan sebelum diijabkabulkan.
Saya percaya kalau semua ini dapat difahami dan dilaksanakan oleh pihat terbabit, umat Islam akan terbina maruahnya kembali setelah selama ini dicemarkan oleh umat Islam sendiri.

Macuarie University,Sydney

Petang 10 Feb 2010 adalah hari keramat buat setiap dari kami yang akan meninggalkan tanah air tercinta demi mengejar segulung ijazah juga menimba selautan pengalaman selama 2 tahun. Menjejakkan kaki di Lapangan Terbang Sydney bagaikan satu mimpi buat kami. Tidak kami sangka kami menjenguk bumi kanggaru ini.

Negara 4 Musim


Musim panas menjemput kehadiran kami tetapi ia hanyalah seketika. Kemudian musim luruh mengambil tempat. Subhanallah, indah sungguh penciptaan yang Maha Esa. Dulu, bermain bersama daun 'mohabatein' adalah igauan tetapi kini suatu kenyataan. Melihat perubahan warna daun-daun, melihat daun-daun berguguran bagaikan sesuatu yang sukar untuk dipercayai. Benarkan aku di 'oversea'?
Kemudian, beralih pulak ke musim sejuk. Masyallah sejuk sangat. Saat suhu menjejah 5 darjah Celsius, 'sleeping bag',' heater' dan 'sweater' adalah sahabat karib. Kini kami bertemankan musim bunga. Subhanallah, bunga-bunga dan dedaunan yang gugur kini digantikan dengan yang baru. Indah tak terkata melihat alam yang fana ini, sungguh mempesonakan.


Sydney dan Islam



Berada di Bandar metropolitan, Sydney, pastinya tarikan utama adalah Sydney Opera House (seperti dalam gambar di atas, sila klik untuk paparan lebih jelas) yang dikelilingi lautan yang terbentang luas. Berhampiran dengannya terdapat 'Harbour Bridge' dan Luna Park yang menjadi tempat penggambaran cerita 'Nur Kasih'. Di sini terdapat lakaran sejarah buat warga Australia. Disinilah bermulanya cerita bagaimana Australia dibuka.
Selain itu, berada di bumi yang mana Islam bukanlah agama rasmi, menjadi kesukaran untuk menjejaki masjid. Namun, terdapat dua kawasan yang didominasi oleh komuniti Muslim iaitu di Auburn dan Lakemba. Di situ tertegak 2 buah rumah Allah dengan gahnya. Terdapat juga masjid-masjid di kawasan yang lain seperti Rendwick (berhampiran Malaysian Hall) , Masjid Tempe dan seumpamanya. Di Auburn dan Lakemba, terdapat banyak restoran makanan halal yang kebanyakkan di kendalikan oleh bangsa Arab dan terdapt segelintir warga Indonesia. Di sini juga banyak terdapat busana muslimah menanti anda.



Ramadhan dan Aidilfitri di Negara Orang

Sedikit coretan yang meninggalkan kesan yang agak dalam adalah menyambut Ramadhan dan Aidilfitri di sini. Pengalaman yang mungkin menyedihkan kerana tiada insan-insan tersayang di sisi akan tetapi pengalaman ini bukan semua berpeluang merasainya. Cuba bayangkan, ada segelintir yang memulakan 1 Ramadhan pada hari Rabu dan segelintir lagi pada hari Khamis. Satu pengalaman yang asing akan tetapi menuntut kita untuk merujuk kembali hadis yang membicarakan soal perhitungan puasa.
Hari-hari sepanjang Ramadhan seperti hari-hari yang lain. Tiada bazaar Ramadhan, orang disekeliling makan sana sini. Namun, itulah Ramadhan. Mengajar erti keserdahanaan dan mencari redho yang Esa.
Aidilfitri bertemankan 'assignment' yang perlu dihantar pada malam 1 Syawal. Kalau di Malaysia, pastinya kita sibuk menukar langsir, membali baju baru, membuat biskut dan seumpanya. Aidilfitri disambut dengan gema takbir memuji Illahi bertemankan air mata dek Ramadhan meninggalkan kami dan pada keeseokan harinya solat sunat aidilfitri dan khutbah aidilfitri. Berbekalan sedikit juadah, Aidilfitri disambut secara serdahana. Namun, rumah terbuka tidak asing di sini. Apabila berjumpa komuniti Muslim, terubat rindu pada keluarga tercinta.

Buat adik-adik yang bakal terbang ke Australia dan New Zealand pastinya pengalaman-pengalaman ini akan anda  lalui. Cumanya yang membezakan kita bagaimana kita melihat suatu pengalaman itu?


Tepuk dada, tanya iman.

29 January 2011

ChocOlate

Kebaikan Makan Coklat ::


=>coklat mmpnyai kndngn serat yg tinggi,karbohidrat,antioksidan,kalsium,fosfat dan vitamin A,B,C dn D
=>bole mlegakn otot
=>mmpu melanjutkn usia ssorng (kalo mkn 3 kali sbulan,.) Insya Allah,..
=>aromanya mmpu merehatkn minda ssorng
=>dpt mnmbulkn perasaan relaks
=>dpt mmbrikn perasaan gmbra yg amat sgt,..
=>sesuai melegakan batuk
=>bole mngurangkn risiko serangn strok

Keburukan Makan Coklat ::


=>jika dambil secara brlbihan,ia bole mnyebabkn otot mnjd trlalu rehat
     sehingga asid perut mudah msok ke dlm esofagus ( bhgian saluran mknn yg
     trletak antra tekak dn perut )
=>bhn kimiayg mmbrikn kesan relaks kpd mnusia bole mnjd rcun kpd haiwan spt ::
    kucing,anjing dn kuda,.. (so jgn bg haiwan peliharaan korang mkn coklat aw,..!!)
    ni sbb haiwan peliharaan xde sstem pnghadaman yg dpt mlakukan proses pnguraian 
    trhdp bhn kimia 2,..
=>tp jgn mkn byk sgt,..jap g gemok,.. ( maw ka dpt pnyakit OBESITI ,.??????)


tp nk habaq nih,..!!!!!!!
Cadbury,...xelok mkn,..

waaa,.!! dh la sya suka cadbury,..hurm,.=(